Isnin, 11 Jun 2012

SURAT ADAM UNTUK HAWA

    • Dengan nama Allah swt Yang
      Maha Pemurah Lagi Maha
      Penyayang………..
      Didoakan semoga kalian berada
      dibawah lembayung rahmat
      dan keredhaan Allah swt….
      Hawa....
      Maafkan aku jika coretan ini
      bisa mengguris hatimu.
      Meskipun kutahu,jiwamu
      selembut sutera dan bisa
      hancur lantaran kata-kata yang
      bakal ku ungkap ini,
      mengertilah duhai Hawa,
      kerana kaulah pengubat
      kesunyian waktu aku di syurga
      dulu dan engkau juga asalnya
      dari tulang rusuk kiriku yang
      bengkok,lantas kerana bimbang
      hidupmu terpesong dari
      landasan yang
      sebenarnya,kugagahi jua diri
      ini....
      Hawa....
      Maha Suci Allah yang telah
      mentakdirkan kaummu
      melebihi bilanganku di akhir
      zaman ini. Itulah kebesaran dan
      penelitian Allah swt dalm
      urusan-Nya. Bayangkanlah
      Hawa...sekiranya kaumku
      melebihi kaummu, yang pasti
      dunia ini kan berkecai kerana
      huru-hara dan diselimuti
      warna-warna suram lantaran
      kekejaman dan penindasan....
      Hawa....
      Suka untukku mengajak dirimu
      agar berfikir sejenak tentang
      hakikat kekalutan yang
      melanda disaat ini. Tapi
      permintaanku,duhai
      Hawa...cubalah ! Renungkan jua
      yang sebenarnya dirimu kini
      sudah berubah...Tidakkah kau
      mengerti bahwa dirimu kini,
      kian berubah..
      Tidakkah kau mengerti bahwa
      dirimu adalah umpama
      sekuntum bunga yang indah di
      pandangan mata namun bukan
      perhiasan semata-mata. Duri-
      duri yang melingkarimu itulah
      hijab yang digariskan oleh Allah
      swt sebagai pelindung yang
      diertikan sebagai aurat seorang
      yang bergelar wanita. Mengapa
      Hawa? Mengapa harus kau
      biarkan ia terdedah kepada
      kami,kaum ajnabimu?
      Betapa hancurnya hatiku
      menyaksikan dirimu umpama
      bahan yang dapat diperkotak-
      katikkan. Dimana-mana
      saja,bisaku lihat dirimu
      menghayunkan langkah ,bukan
      sebaik dulu lagi. Langkahmu
      kian pantas. Apa sebenarnya
      yang engkau kejari?. Aku sendiri
      tak pasti! Terkadang, ku tak
      dapat membezakan antara
      dirimu dan teman-teman yang
      lain, bersama hayunan langkah
      itu, suaramu kian
      meninggi,diiringi gelak tawa
      yang cukup memedihkan mata
      dan hatiku ini...
      Sedarkah kau Hawa.....?
      Haruskah aku terima hakikat
      yang kau kini sudah berubah?
      Semakin jauh dari landasan
      Tuhan yang pernah kutelunjuki
      buatmu dahulu!
      Hawa....
      Mengapa mesti dirimu kini jadi
      tontonan ramai? Perlukah kau
      hiasi dirimu untuk menarik
      perhatian sehinggakan yang
      seharusnya menutupi auratmu,
      kau miliki dari ciri-ciri yang
      ditegah dalam Islam? Sukar
      bagiku untuk melihat kembali
      keadaan yang mana
      sesederhana yang mungkin!
      Cukup untukku merasakan
      kehadiranmu disaat ini tidak
      lebih dari mempamerkan
      perhiasan diri yang kau punyai.
      Fahamilah Hawa,usahlah
      menurut kerakusan nafsu
      menjelajahi sebutir peluru yang
      bisa hinggap di mana saja
      meninggalkan fitnah buat
      kaumku ini....
      Hawa....
      Betapa sakit dan pedihnya
      disaat kulihat auratmu menjala,
      di sekeliling pandangan. Aku
      tidak mahu Hawa..Suatu hari
      nanti, di negeri yang abadi itu,
      memperlihatkan seksaan
      terhadapmu yang ku kira paling
      dahsyat, apa tidaknya.Seurat
      rambutmu yang keluar, ular
      menanti dimana-mana,
      sejengkal tanganmu
      kelihatan ...aduh!! Banyaknya
      seksaan menantimu!...
      Mengapa begitu Hawa?
      Tidakkah kau ingat apa yang
      perlu kau jaga adalah
      maruahmu! Maruah seorang
      wanita yang tersandar di
      bahumu kelemahan dan
      kekurangan!!
      Jadi bagaimana seandainya
      kelakuan dan auratmu
      terpamer di mana-mana saja?
      Hawa...
      Tidakkah kau malu dengan
      pembohongan yang kau
      sembunyikan dalam dirimu
      sendiri?
      Di sini auratmu kau selindungi
      disebalik pemakaianmu, atas
      dasar peraturan dan
      persekitaran kalian. Tetapi jauh
      nun diluar sana ,tersentak
      diriku tatkala dirimu telah jauh
      berbeza! Tudung ke mana,jilbab
      ke mana? Apatah lagi tingkah
      lakumu..! Dimana kau letakkan
      martabat seorang yang bergelar
      muslimah? Aku diselubungi rasa
      malu atas penghinaan ini!
      Hawa....
      Tutupilah auratmu, jagalah
      dirimu ,bertuturlah dengan
      suara yang lembut mampu kau
      kawal lantaran jika terlanjur,
      semuanya bisa membawa dosa
      padamu.
      Jangan kau memperlihatkan
      apa yang tersembunyi pada
      dirimu..tapi
      ingatlah ,cukuplah sekadar
      tapak tangan dan wajahmu
      yang dizahirkan ,namun
      bukan kakimu,rambutmu,dan
      jua tubuhmu.....
      Firman Allah swt:
      “Dan katakanlah kepada
      wanita-wanita
      beriman,hendaklah mereka
      menahan dari pandangan
      mata mereka dan
      memelihara kemaluan
      mereka dan jangan
      menampakkan perhiasan
      mereka kecuali yang zahir
      daripadanya...”
      Hawa....
      Mungkin ku harus
      menghentikan bicara pertama
      ini di sini dulu...
      Andai diizinkan Allah swt, kita
      bersua lagi dilain lembaran dan
      yang pasti aku tetap terus
      membimbingmu. Harapanku
      agar muncullah walaupun
      hanya secebis kesedaran
      dihatimu dan akan mendoakan
      moga Allah swt membuka hati
      kalian untuk mencetuskan
      perubahan....Akhir
      kata ,ketahuilah.............
      “DUNIA INI MERUPAKAN
      PERHIASAN
      DAN
      SEBAIK-BAIK PERHIASAN
      ADALAH WANITA SOLEHAH”

Tiada ulasan:

Catat Ulasan